Apakah Indonesia Bisa Juarai All England?

Apakah Indonesia Bisa Juarai All England?

Apakah Indonesia Bisa Juarai All England?

Apakah Indonesia Bisa Juarai All England?, – All England 2020 sudah siap dihelat pada Rabu mendatang. Turnamen bergengsi ini adalah agenda BWF Super 1000 pertama di tahun 2020, sekaligus salah satu turnamen yang punya gengsi paling besar di antara yang lain.

Dan khusus di sektor tunggal putra, persaingan dipastikan akan sangat ketat. Pasalnya, juara bertahan tahun lalu sekaligus pebulu tangkis tunggal putra terbaik dunia, Kento Momota, akan absen di turnamen yang dihelat di Birmingham, Inggris ini.

Kento, seperti diberitakan IDN Times sebelumnya, masih harus memulihkan diri dan menyiapkan fisik seperti dulu lagi usai alami kecelakaan maut di Malaysia, awal Januari lalu. Tanpa Kento Momota, bagaimana peluang Indonesia menjuarai tunggal putra All England tahun ini?

Sudah 26 tahun Indonesia puasa gelar tunggal putra di All England

Sudah 26 tahun lamanya atau lebih dari dua dekade, tak ada wakil tunggal putra Indonesia yang mampu menjadi juara di All England. Terakhir kali, Haryanto Arbi jadi wakil Indonesia di sektor ini yang sukses juara di tahun 1994.

Kini, di tahun 2020, peluang itu lumayan terbuka. Sebabnya, selain ketiadaan Kento Momota, sektor tunggal putra Indonesia punya jagoan baru. Anthony Sinisuka Ginting, kini adalah tunggal putra peringkat 3 dunia, tepat di bawah Kento dan wakil Taiwan, Chou Tien Chen.

Konsistensi Ginting, sapaan akrabnya, juga terjaga di awal tahun ini. Setelah menjuarai Indonesia Masters 2020, pria kelahiran Cimahi ini sukses jadi ujung tombak tim beregu putra Indonesia kala mempertahankan gelar di ajang Kejuaraan Beregu Asia 2020 lalu di Filipina.

Mengacu dari undian, Ginting bisa saja ke final, tapi…

Mengacu pada hasil undian, wakil Indonesia sejatinya menyumbang dua unggulan. Ginting sebagai unggulan ke-4 ada di top half, sementara Jonatan sebagai unggulan ke-6 ada di bottom half.

Masalahnya, Ginting beradu satu pot dengan Chou Tien Chen, unggulan pertama dan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen. Belum lagi, ada Ng Ka Long Angus yang jadi unggulan ke-8 dan juga berada di top half.

Tapi, andai Ginting melaju mulus setidaknya hingga perempat final, ia baru akan bertemu Antonsen di babak itu, pun dengan catatan Antonsen mampu singkirkan lawannya. Praktis, setelah fase ini, Ginting tinggal menantang Chou Tien Chen di semifinal andai skenario ini terjadi demi tiket ke final.

Tapi sayangnya, andai Ginting mulus, berarti ia harus menyingkirkan Shesar di babak kedua, dengan catatan keduanya sama-sama bisa menang di babak pertama

Sementara di pot bawah, Jonatan dan Tommy Sugiarto dapat undian cukup ringan. Hanya Chen Long dan Viktor Axelsen yang berpotensi menjegal langkah Indonesia, namun itu pun baru bisa terjadi di babak perempat final.

Namun, kedua pemain ini wajib mewaspadai unggulan ketujuh, Shi Yu Qi. Yu Qi yang baru sembuh dari cedera bisa jadi penjegal langkah keduanya karena punya kapabilitas yang tak sembarangan.

Indonesia dibayangi rekor buruk tahun lalu

Walau cukup optimistis menyambut All England tahun ini, tunggal putra Indonesia tak boleh jemawa. Sebabnya, berkaca dari hasil tahun lalu, wakil sektor ini terbukti kewalahan hanya untuk mencapai babak semifinal.

Hanya Tommy Sugiarto yang kala itu sukses melaju ke perempat final, sementara Ginting dan Jonatan Christie harus terjegal di babak kedua. Hal itu menunjukkan bahwa di turnamen selevel All England, semua hal bisa terjadi.

Kini, ketiga nama itu kembali bertarung di All England dan mereka mendapat tambahan pasukan. Shesar Hiren Rhustavito, tunggal putra ketiga pelatnas PBSI, akan ikut terjun di ajang Super 1000 ini.

Comments are closed.