Fakta Beda Usia Beda Jam Tidur

Fakta Beda Usia Beda Jam Tidur

Fakta Beda Usia Beda Jam Tidur

Fakta Beda Usia Beda Jam Tidur – Tidur memiliki banyak manfaat yang luar biasa. Terkadang kebanyak orang suka menganggap tidur sebagai hal yang sepele.

Manfaat tidur sangatlah banyak, salah satunya dapat menyembuhkan rasa lelah di badan Anda saat sesudah beraktivitas seharian penuh. Tidur yang cukup membuat tubuh menjadi semakin sehat.

Lamanya waktu tidur seseorang sangat berpengaruh dengan kondisi tubuhnya sendiri.

Tugas kuliah atau pekerjaan memaksamu begadang? Atau, kamu ‘maraton’ drama Korea dari pagi ketemu pagi? Hati-hati, kamu bisa saja terancam kurang tidur, persoalan yang banyak menghantui orang dewasa masa kini.

Merasa sudah cukup tidur tapi ketika bangun badan rasanya cenat-cenut? Ada kabar buruk. Berbagai penelitian mengungkapkan efek-efek mengerikan dari kurang tidur yang dapat memengaruhi kesehatan jasmani dan rohani.

Beda usia, beda jam tidur, lho!

Saat kecil, mungkin tidur adalah hal yang menyebalkan karena artinya waktu bermain sudah usai. Nah, sebaliknya, saat sudah besar, tidur menjadi sebuah kenikmatan yang hakiki.

Lembaga kesehatan tidur Amerika Serikat (AS), National Sleep Foundation (NSF), menekankan bahwa seiring bertambahnya usia, kebutuhan tidur juga berubah.

Bayi 1 tahun: 14-17 jam
Balita 5 tahun: 10-14 jam
Anak-anak hingga 12 tahun: 9-11 jam
Remaja: 8-10 jam
Dewasa muda: 7-9 jam
Kelompok lanjut usia: 7-8 jam
Tidak mutlak pada pedoman usia, NSF menambahkan kalau kebutuhan tidur setiap orang juga tergantung dari gaya hidup, kondisi medis, dan faktor lainnya pada individu.

Siklus tidur: butuh 7-9 jam dari mengantuk hingga mimpi indah

Bukan rahasia kalau orang dewasa tidur rata-rata 8 jam per hari. Seperti pernyataan dari NSF, orang dewasa kira-kira butuh waktu tidur 7-9 jam. Apa yang terjadi selama rentang waktu tersebut? Dilansir dari laman Healthline, begini kira-kira siklus atau fase tidur:

Kantuk
Light sleep (setengah tertidur dan masih bisa terbangun)
Masa transisi dari light sleep ke deep sleep (kesadaran mulai berkurang)
Deep sleep
Alam mimpi (rotasi antara rapid eye movement/REM dan non-REM)

Dalam dua tahap pertama (kantuk dan light sleep), tubuh sedang bersiap untuk tidur dengan menurunkan suhu tubuh dan mengurangi aktivitas gelombang otak.

Lalu, tahap tiga dan empat (masa transisi dan deep sleep) adalah saat tubuh mencapai tahap alam tidur yang lebih dalam. Saat itu, tubuh bekerja keras untuk melakukan fungsi restoratifnya, dan otakmu melepaskan hormon-hormon penting untuk mengoptimalkan semua fungsi tubuh. Akhirnya, di tahap ke-5, kamu memasuki alam mimpi dengan REM.

Tiap tahapan siklus tidur membutuhkan waktu kira-kira 90 menit. Yang menjadi pertimbangan adalah, tiap orang memerlukan waktu yang beragam untuk setiap tahap. Itulah yang menjadi sebab beberapa orang kurang tidur. Jadi, bagaimana cara tahu jatah waktu tidurmu dengan benar?

Sifatmu dapat memengaruhi alur tidurmu

Kamu ekstrover atau introver? Hayo, kamu harus tahu! Kenapa? Ternyata, sifatmu secara tidak langsung menjadi petunjuk bagaimana kamu dapat mengatur jadwal tidur. Juga, kamu dapat memperbaiki kualitas tidur agar tidak mudah lelah di waktu kerja.

Berita baik untuk para ekstrover. Menurut sebuah penelitian gabungan oleh Prancis dan AS pada tahun 2017, “Personality and Sleep Quality”, kaum ekstrover yang lebih jarang merasakan emosi negatif memiliki kualitas tidur yang lebih baik secara keseluruhan, dibandingkan dengan kaum introver.

Setelah tahu sifatmu, inilah cara-cara untuk memperbaiki kualitas tidurmu!

Comments are closed.