Ketahui Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alami

Ketahui Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alami

Ketahui Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alami

Irama Sirkadian pada Penyakit Jantung

Di lansir dari shopenglandonline.com, ritme sirkadian adalah siklus 24 jam yang menjadi bagian dari jam internal tubuh. Ritme ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur-bangun seseorang. Nah, jam internal tubuh ini bisa mengalami gangguan, yakni gangguan tidur ritme sirkadian.

Ritme sirkadian di pengaruhi oleh isyarat lingkungan, terutama cahaya. Selain tidur, ritme ini juga membantu dalam mengatur suhu tubuh, pola makan dan pencernaan serta aktivitas hormonal.

Mengutip dari nike-freerun.us.com/, gangguan tidur ritme sirkadian (circadian rhythm sleep disorders) adalah sekelompok kondisi yang terkait dengan disfungsi atau ketidaksesuaian dengan jam internal tubuh.

Gangguan ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi. Termasuk rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari dan insomnia. Ada berbagai tipe, berikut ini beberapa gangguan ritme sirkadian yang bisa berisiko menurunkan kualitas tidurmu.

1. Shift work sleep disorder

Gangguan tidur shift work sleep disorder (SWSD) rentan di alami oleh para pekerja shift malam, misalnya bekerja pada sore hingga malam hari atau dini hari hingga pagi. Melansir Sleep Foundation, SWSD di tandai dengan insomnia, rasa kantuk yang berlebihan dan kurang tidur yang berulang. Kebanyakan orang dengan SWSD kehilangan 1-4 jam waktu tidurnya.

Gangguan tidur ini juga bisa membahayakan keselamatan penderitanya karena meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja atau saat berkendara. Selain itu, dampak lain dari SWSD bisa menimbulkan masalah kesehatan, menurunkan performa kerja, mengalami masalah pada suasana hati (mood), mudah tersinggung, dan berisiko ketergantungan alkohol atau obat untuk tidur jika terus mengonsumsinya.

Menurut keterangan dari American Academy of Sleep Medicine, pada orang yang mengalami SWSD terdapat perbedaan antara ritme sirkadian tubuh dengan jadwal kerjanya. Sebab, mereka harus bekerja saat tubuhnya ingin tidur. Ketika waktunya untuk tidur, tubuhnya mengharapkannya untuk terjaga.

2. Jet lag

Saat melakukan perjalanan jauh ke tempat yang memiliki perbedaan waktu, kamu mungkin akan mengalami jet lag. Ini karena bepergian melewati beberapa zona waktu bisa mengganggu ritme sirkadian.

Setelah melakukan perjalanan tersebut, ritme sirkadian tubuh masih selaras dengan zona waktu tempat sebelumnya. Akibatnya, tubuh mungkin terasa ingin tidur pada siang hari saat berada di tempat dengan zona waktu baru, atau malah terjaga saat waktunya untuk tidur. Meskipun begitu, jet lag merupakan kondisi yang bersifat sementara.

Gejala terkait jet lag di antaranya kesulitan tidur, merasa lelah, mengalami masalah pencernaan, rasa tidak enak badan, tidak mampu melakukan aktivitas dengan normal pada siang hari, dan berkurangnya kewaspadaan atau konsentrasi.

Comments are closed.