Masalah yang Akan Timbul akibat Kurang Asupan Protein

Masalah yang Akan Timbul akibat Kurang Asupan Protein

Masalah yang Akan Timbul akibat Kurang Asupan Protein

Masalah yang Akan Timbul akibat Kurang Asupan Protein, – Protein merupakan salah satu makronutrien yang sangat penting untuk perbaikan dan pembentukan berbagai jaringan tubuh, selain juga sebagai sumber energi.

Dikutip dari laman https://bobsledsong.com, Sebaliknya, kekurangan protein dapat menyebabkan perubahan komposisi tubuh yang berkembang dalam jangka waktu lama. Kekurangan protein dapat mempengaruhi hampir semua aspek fungsi tubuh. Akibatnya, hal itu dikaitkan dengan banyak gejala, mulai dari yang sepele hingga berbahaya.

Nah, artikel berikut ini akan menjelaskan hal apa saja yang mungkin terjadi jika kamu kekurangan asupan protein.

1. Massa otot berkurang

Saat kamu melakukan olahraga angkat beban, serat otot akan rusak. Untuk membantu memperbaiki otot dan membuatnya lebih kuat dari sebelumnya, porsi protein pasca-latihan sangat penting.

Jika kamu lalai mengisi bahan bakar dengan protein setelah latihan, ini artinya kamu hanya merusak otot, yang mengakibatkan hilangnya otot. Karenanya, pastikan kamu mengonsumsi makanan sumber protein setelah latihan yang berat untuk membantu memulihkan otot.

2. Risiko patah tulang lebih besar

Selain otot, tulang juga terkena imbas oleh asupan protein yang rendah. Tidak mengonsumsi cukup protein dapat melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang.

Satu studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition yang dilakukan pada perempuan pascamenopause menemukan bahwa asupan protein yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah. Asupan tertinggi dikaitkan dengan penurunan risiko 69 persen, dan protein hewani tampaknya memiliki manfaat terbesar.

3. Meningkatkan keparahan infeksi

Kekurangan protein juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Padahal, fungsi kekebalan yang terganggu dapat meningkatkan risiko atau keparahan infeksi.

Satu penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa mengikuti diet yang hanya terdiri dari 2 persen protein dikaitkan dengan infeksi influenza yang lebih parah, dibandingkan dengan diet yang menyediakan 18 persen protein. Hal ini membuktikan bahwa asupan protein yang rendah dapat merusak fungsi kekebalan.

Satu penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition yang dilakukan terhadap perempuan lanjut usia menunjukkan bahwa mengikuti diet rendah protein selama sembilan minggu secara signifikan mengurangi respons kekebalan tubuh.

4. Mengalami gangguan suasana hati

Otak menggunakan bahan kimia yang disebut neurotransmiter untuk menyampaikan informasi antar sel. Banyak dari neurotransmitter ini terbuat dari asam amino, yang merupakan bahan penyusun protein.

Jadi, kekurangan protein dalam makanan bisa menyebabkan tubuh tidak dapat membuat cukup neurotransmiter, dan itu akan mengubah cara kerja otak. Rendahnya tingkat dopamin dan serotonin ini bisa menyebabkan kamu merasa tertekan atau menjadi terlalu agresif.

5. Meningkatkan nafsu makan

Ketika kamu tidak mendapatkan asupan protein yang mencukupi, tubuh akan mencoba memulihkan kebutuhan protein dengan meningkatkan nafsu makan, yang mendorong kamu mencari sesuatu untuk dimakan. Dan secara selektif, ini dapat meningkatkan nafsu makan untuk makanan gurih, yang cenderung tinggi protein, menurut penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

Hal ini kemudian dapat memicu asupan kalori yang berlebihan dan obesitas. Karenanya, masuk akal jika banyak ahli mengatakan bahwa peningkatan asupan protein dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan mempercepat penurunan berat badan.

Bagaimanapun juga, protein dibutuhkan di seluruh bagian tubuh. Jadi, untuk kesehatan yang optimal, pastikan kamu mendapatkan asupan protein yang cukup setiap harinya.

Comments are closed.