Tanda Anemia Defisiensi Besi yang Jarang Disadari

Tanda Anemia Defisiensi Besi yang Jarang Disadari

Tanda Anemia Defisiensi Besi yang Jarang Disadari – Anemia sering kali menjadi penyebab seseorang merasa lesu atau lelah. Penyebab anemia yang paling sering adalah kurangnya kadar zat besi dalam tubuh, yang mana ini disebut sebagai anemia defisiensi zat besi (iron-deficiency anemia). Tubuh kita butuh sejumlah zat besi untuk membuat hemoglobin, zat yang menggerakkan oksigen ke seluruh tubuh.

Kalau Sakit Kepalanya Begini, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan Serius

Sering diremehkan, tetapi anemia defisiensi zat besi dapat menyebabkan masalah serius. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), anemia yang terlambat didiagnosis atau tidak ditangani dapat mencetuskan depresi, masalah jantung, dan infeksi.

Gejala apa pun sebaiknya tidak disepelekan. Berikut ini adalah beberapa tanda gejala anemia defisiensi zat besi yang jarang diketahui.

1. Kelelahan yang tidak biasa

Dilansir https://shopenglandonline.com/, merasa sangat lelah adalah salah satu gejala umum anemia defisiensi zat besi. Gejala ini umum dialami orang-orang yang kadar zat besinya dalam tubuh tidak memadai.

Kelelahan terjadi karena tubuh kekurangan zat besi yang dibutuhkan untuk membuat protein bernama hemoglobin, yang mana ini membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tanpa hemoglobin yang cukup, lebih sedikit oksigen yang mencapai jaringan dan otot tubuh, sehingga membuat mereka kehilangan energi. Jantung juga harus bekerja lebih keras untuk memindahkan lebih banyak darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh, yang akhirnya memunculkan kelelahan.

2. Kesulitan bernapas

Ketika kadar hemoglobin rendah pada orang-orang dengan anemia defisiensi besi, kadar oksigen juga akan rendah. Ini berarti otot-otot tidak menerima oksigen secara cukup untuk melakukan aktivitas normal, misalnya berjalan, menurut laporan dalam Journal of Research in Medical Sciences tahun 2014.

Menurut http://162.241.118.60/ Akibatnya, tingkat pernapasan akan meningkat saat tubuh mencoba mendapatkan lebih banyak oksigen. Berdasarkan laporan berjudul “Iron deficiency anaemia” dalam jurnal The Lancet tahun 2016, inilah kenapa sesak napas merupakan salah satu gejala umum anemia defisiensi besi.

3. Kulit pucat

Darah kita berwarna merah karena di dalam sel-sel darah merah terdapat hemoglobin. Jadi, anemia defisiensi besi bisa mengurangi warna merah pada darah. Inilah kenapa kulit bisa kehilangan warna merahnya kehangatan yang sehat pada orang yang kekurangan zat besi.

Kulit yang pucat ini bisa muncul di seluruh tubuh, atau bisa juga terbatas di beberapa area termasuk wajah, gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan kuku.

Berdasarkan laporan dalam American Journal of Hematology tahun 2016, kulit pucat sering menjadi salah satu hal pertama yang dicari dokter sebagai tanda kekurangan zat besi. Namun, ini tetap perlu dikonfirmasi dengan tes darah. Tanda ini lebih umum pada kasus anemia sedang atau berat.

4. Merasa depresi

Studi dalam jurnal Psychiatry and Clinical Neurosciences tahun 2018 menemukan bahwa anemia mungkin berhubungan dengan depresi pada orang dewasa. Selain itu, perempuan hamil yang kekurangan zat besi mungkin juga lebih berisiko untuk mengembangkan depresi. Menurut laporan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada tahun 2018.

Comments are closed.